Nendes Kombet, Film Dokumenter Walikan Malang

ilovemlg.com – Nendes Kombet, Film dokumenter tentang reputasi bahasa walikan Ngalam sebagai identitas Gnaro Ngalam.

ilovemlg.com
nendes kombet cover

Satu lagi karya Mahasiswa asal malang yang sedang menyelesaikan perkuliahannya di Institute Seni Indonesia ini mencoba mengangkat bahasa walikan malang dalam sebuah karya film dokumenter yang berjudul “Nendes Kombet”. Nandes Kombet atau bahasa walikannya dari Senden Tembok ini berisikan tentang eksistensi bahasa walikan malang sebagai identitas dari warga Malang.

Kali ini ilovemlg coba menghubungi mahasiswa asal malang yang beberapa hari lalu yang sukses menggelar acara nonton bareng film dokumenternya di Kantor Malang Post ini, Saidah Fitriah.

 

Apa yang membuat anda tiba-tiba mengangkat tema bahasa walikan ngalam menjadi sebuah film?

Alasannya karena saya arek Malang, Sederhana. Tapi alasan utama yang melatar belakangi kami mengangkat Boso Walikan Malang (disingkat BWM untuk selanjutnya) ya karena bahasa ini memiliki nilai historis, yang unik, dan cuma malang yang punya.

Kenapa mengambil judul Nendes Kombet, apa ada arti didalam judul tersebut?

Nendes Kombet kan asal katanya itu dari bahasa jawa Senden Tembok yang diwalik secara suka-suka (seharusnya kan ‘nednes kobmet’ tapi karena BWM ini fleksibel jadinya ‘nendes kombet’ haha). Nha, menurut kami kata yang bisa bermakna ‘santai-santai’ ini cukup mewakili kosakata BWM.

Cerita apa yang anda angkat dalam film tersebut?

Film dokumenter ini bercerita mengenai eksistensi “Boso Walikan Malang” sebagai bahasa kebanggaan Arema, yang sudah ada sejak perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, dengan fungsi awal sebagai bahasa sandi, yang hingga kini menjadi bahasa yang mampu menciptakan rasa “Satu Jiwa”.

Dengan narasumber sbb..

  • Ade d’Kross [pembina D’Kross Community]
  • A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D. [Pakar Linguistik]
  • Abdul Wahab Adhinegoro [Pengacara & Penulis “Bahasa Malangan Bukan Sekedar Bahasa Walikan”]
  • Cak Kandar [Pelukis Bulu & Teaterawan]
  • Djoko Raharjo[Peneliti Boso Walikan Malang]
  • Drs. DwiCahyono, M. Hum [Arkeolog]
  • El Kepet [Dirigen Aremania & Penyiar Radio]
  • Faishal Hilmy Mauilida [Mahasiswa Ilmu Sejarah& Penulis “Dari Gangster hingga Arema”]
  • Ledome Percussion
  • Tjandra Purnama Edhi [Pemilik Soak Ngalam]
  • Imam Agus Basuki, Dr. M.Pd. [Dosen Sastra Indonesia]
  • Lucky Juligananda [Lead Vocal Youngster City Rockers]
  • Satria Bagus ‘Tiyex’ [Road ManagerYoungster City Rockers]
  • Bagus Prasetya [Trombone Youngster City Rockers]
  • Jaya [D’Kross]
  • Ovan Tobing [Penyiar Radio, MC & Pendiri AREMA]
  • Sam Tewe [Penyiar Radio Senaputra FM]

Apa yang ingin anda sampaikan lewat film tersebut?

Melalui tema BWM, kami ingin menghidupkan kembali romantisme ber-malang-ria. Kan asik kalo kita khususnya arek-arek enom malang saiki pas jagongan podo ngomong gawe BWM.
Yo kan? yo kan ker? Hehe

Apakah ada Nendes Kombet jilid 2, atau mencoba mengikutkan nendes kombet ke indie movie? hehehe

Ugomes ker, pingine kami tim Nendes Kombet bisa berkarya bareng lagi, mungkin bikin film fiksi yang pakai BWM gitu mungkin….. hehehe

Terimakasih atas waktunya mbak saidah sudah berbincang ditengah kesibukannya….

nowus wis jak jagongan hehe…… nowus lop jg ilovemlg.com sasaji

 

Terus berkarya Ker, seperti yang di contohkan mbak saidah dan team. Memberikan sumbangsihnya untuk kota tercintanya Kota Malang dengan Bahasa Walikannya.