Kota Malang Dapatkan Penghargaan Kawastara Pawitra 2016

ilovemalang – Tak berselang lama dari dipilihnya Kota Malang sebagai pilot project untuk Clean Air , Kota Malang lagi-lagi mendapatkan penghargaan dari Mendiknas.

Penganugerahan Kawastara Pawitra bagi Kepala Daerah yang Berintegritas dalam penyiapan calon kepala sekolah yang dihelat di hotel Novotel Surakarta (15/10 /16).

Kota Malang menjadi salah satu penerima penghargaan Kawastara Pawitra tersebut. Muhajir Effendi, Mendiknas RI, menegaskan dan menekankan pendidikan karakter harus menjadi perhatian para pendidik dan pada khusus para kepala sekolah.

“Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) menjadi institusi yang menilai kepatutan, kepantasan dan sertifikasi seorang guru patut menjadi kepala sekolah. Maka komitmen dan kesungguhan kepala daerah untuk terus mendorong guru mengikuti tahapan pencalonan kepsek melalui wadah ini, menjadi salah satu poin untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter,” tegas Muhajir Effendi.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan, salah satu langkah policy adjustmen (penyesuaian kebijakan) yang dilakukan kemendiknas sesuai nawacita Presiden Jokowi adalah mewujudkan pendidikan berkarakter melalui reformasi manajerial kepala sekolah.

“Ini tentu berimbas kepada daerah, sehingga kita butuh dukungan dan komitmen Kepala Daerah, “ujar Muhajir.

Ditambahkan Mendiknas yang juga dikenal sebagai pakar militer dan juga jurnalis senior, kewajiban mengajar seorang guru harus disamakan dengan jam bekerja ASN yakni 8 jam.

“Cuma jangan dipahami 8 jam itu meluluh untuk pengajaran yang bersifat akademis. Karena kegagalan kita dalam proses pendidikan lebih karena pemahaman itu, tanpa memperhatikan pendidikan yang bersifat literasi. Seiring hal itu, akan kita dorong lebih banyak muatan pengajaran seni budaya, olah raga dan interaksi sosial,” tandasnya.

Sementara itu, Abah Anton, Walikota Malang mengungkapkan, dukungannya terhadap pemikiran serta rencana program dari Mendiknas.

“Kita (kota Malang) mendukung kebijakan Beliau, lebih lebih terkait dengan pembangunan karakter serta menjadikan output pendidikan nasional bersertifikat nasional,” kata Abah Anton.

Sumber MalangToday