Busana Berbahan Lidi, Ajik Sisihkan Wakil 179 Negara di Jerman

ilovemalang – Satu lagi prestasi arek Malang yang patut diacungi jempol, karena membawa nama kipa Malang Raya. yuk intip informasinya disini.

Nama Kota Malang ikut harum pada ajang bergengsi Culture International Tourism Bourse (ITB) di Berlin, Jerman, 7–16 Maret lalu. Sebab, salah satu peserta di ajang tersebut, yakni Ajik Rachmad Suhendar berhasil meraih The Best Exhibitor.

Untuk menunjukkan betapa bergengsinya ajang pameran tingkat dunia bertajuk Design Booth, Culture International Tourism Bourse (ITB) itu, dia memamerkan sejumlah foto di akun Instagram-nya. Selain itu, juga ada dokumentasi foto-foto pada pameran pariwisata terbesar di dunia itu.

Pameran tersebut diikuti lebih dari 10.000 peserta dari 180 negara. “Wah pokoknya pameran kemarin ini sangat berkesan, bangga bisa menjadi perwakilan Kota Malang tampil di sana.” terang mahasiswa semester VIII Jurusan Pendidikan Seni Tari dan Musik di Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Tidak pernah terpikirkan oleh Ajik bisa menjadi yang terbaik di kompetisi tersebut. Sebelumnya, pria yang bergabung di Sanggar Amor Malang ini memang sempat diajak pemilik sanggar Amor, Yoseph Kristanto, untuk ikut festival busana di Singapura. Bahkan, seluruh persyaratan dan dokumen sudah dia siapkan. Sayangnya, saat akan berangkat, malah dibatalkan. Yang diberangkatkan justru temannya sendiri. Saat itu, dia sempat kecewa.

Beruntung, kekecewaannya itu terobati ketika Yoseph mengirimkan seluruh berkas milik Ajik ke Kementerian Pariwisata RI dalam event pameran pariwisata di Berlin, Jerman. Namun, Ajik tidak bisa langsung terbang ke Jerman begitu saja, Dia harus menjalani seleksi ketat bersaing dengan 437 peserta lain se-Indonesia.

Awalnya pada Februari 2016, dia mengikuti tes psikologi dengan diberi pertanyaan terkait keinginan mengikuti ajang ini. “Saya jawab karena saya ingin cari nama, kalau Ajik bisa, berarti Indonesia bisa. Dan menurut juri jawaban saya gokil.” kata pria kelahiran Blitar, 23 tahun yang lalu ini.

Anak dari pasangan Doni Hendarto-Mona ini akhirnya bisa lolos bersama dengan 19 peserta dari beberapa kota besar lainnya seperti Sulawesi, Kalimantan, Solo, Sumatera, Bandung, dan Jakarta.

Sebelum acaranya di Berlin berlangsung, Ajik kembali ke Malang. Selama satu minggu di Malang, dia mempersiapkan kostum yang bakal dipakai di pameran. Busananya secara khusus didesain oleh Yoseph Kristanto. Sedangkan Ajik yang merangkai bajunya.

Good Job sam, Umak sip lop……

sumber Radar Malang